Menjaga kesehatan gigi dan gusi bukan hanya dilakukan saat gigi dan gusi mengalami masalah saja. Namun melakukan pencegahan sebelum terjadinya masalah kesehatan gigi dan gusi adalah yang paling utama. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi setidaknya 6 bulan sekali. Lalu bagaimana dengan gigi yang sehat namun tidak rapi? Beberapa orang memang memiliki tatanan gigi yang tidak rapi sehingga mengurangi rasa percaya diri. Dengan kemajuan teknologi kesehatan, masalah estetika gigi kini bisa diatasi terutama setelah adanya spesialis radiologi gigi di Bekasi yang bisa membantu keakuratan perawatan gigi dan mulut yang kurang sempurna.

Apa bedanya dokter gigi dan dokter spesialis radiologi gigi? dokter gigi merupakan dokter yang memiliki keahlian untuk memeriksa dan mengobati penyakit-penyakit gigi dasar. Sedangkan dokter radiologi gigi merupakan dokter spesialis yang memfokuskan pendidikan dan keahliannya pada tehnik radiologi gigi untuk tujuan perawatan dan pengobatan gigi. Radiologi gigi yang paling sering dilakukan adalah rontgen gigi dengan memakai sinar X. Dengan melakukan rontgen gigi, dokter dapat melihat susunan gigi secara lebih pasti dan bisa mengetahui akar masalah yang menyebabkan penyakit atau kurangnya estetika gigi dan mulut.

Dalam tehnik rontgen gigi, terdapat dua tehnik radiografi yang dilakukan dan memiliki manfaat yang berbeda yaitu:

  • Radiograf panoramic.

Merupakan foto rontgen gigi yang dilakukan dari depan untuk melihat jumlah gigi dan kelainan pada mahkota gigi atau akar gigi.

  • Sefalometri lateral.

Merupakan foto rontgen gigi yang dilakukan untuk melihat hubungan gigi dengan rahang dan tengkorak. Hasil foto dari jenis rontgen gigi ini akan memperlihatkan gigi pasien dari arah samping.

Selain prosedur radiologi dengan sinar X, kini dokter radiologi gigi juga memiliki tehnik pemeriksaan baru yaitu Cone Beam Computed Tomografy (CBCT). Tehnik ini merupakan tehnik bagian dari CT Scan yang dapat memeriksa kelainan pada gigi misalnya bagian gigi mana yang tak dapat tumbuh, diagnosis anomali gigi dan rahang, serta mengevaluasi kasus celah-celah langit. Semua tehnik radiologi gigi tersebut bisa dilakukan untuk pasien dewasa maupun anak-anak.

Penggunaan radiasi sinar X pada area dalam kepala yaitu gigi atau mulut memang memiliki efek samping. Namun jika dilakukan dengan benar dan dilakukan oleh ahlinya yaitu spesialis radiologi gigi maka efek samping tersebut akan dapat diminimalisir. Pastinya manfaat yang diberikan oleh radiologi gigi terhadap pasien akan lebih besar baik untuk kesehatan maupun estetikanya. Jika foto rontgen umumnya memiliki hasil berbentuk kertas foto, namun kini sudah ada hasil CBCT yang berupa soft file untuk menampilkan hasil dalam bentuk pencitraan 4 dimensi. Dokter dapat menganalisa menggunakan komputer dengan gambar yang bisa diputar atau digerakkan sesuai dengan bentuk asli dari gigi dan rahang.

Tehnik radiologi untuk gigi tersebut di atas, penting dilakukan sebelum pasien melakukan perawatan, pengobatan dan pemasangan implan gigi dan gusi. Rekonstruksi gigi dan rahang juga akan membutuhkan hasil radiologi gigi untuk memberikan gambaran yang tepat. karenanya, bagi Anda yang memiliki masalah gigi dan beresiko melakukan rekonstruksi kecil atau besar, jangan ragu untuk memeriksakan diri di layanan kesehatan yang sudah memiliki dokter spesialis radiologi gigi di Bekasi seperti rumah sakit-rumah sakit besar Bekasi. Dengan begitu, semua prosedur bisa dilakukan di satu atap yang sama sehingga lebih mudah dan efisien.