Inilah Penyebab Biang Keringat yang Harus Anda Ketahui!

Gaya Hidup22 views

Biang keringat (dikenal juga miliaria atau heat rash) adalah kondisi yang terjadi saat keringat, sel kulit mati, atau bakteri terperangkap di bawah kulit. Ini termasuk jenis masalah kulit yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Biang keringat biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, pada beberapa kasus yang lebih serius, efeknya dapat mengganggu mekanisme regulasi panas pada tubuh.

Seberapa umumkah biang keringat?

Biang keringat adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Siapa saja dapat mengalami kondisi ini. Namun, umumnya kondisi ini menyerang orang yang tinggal di negara-negara beriklim tropis.

Selain itu, kondisi ini juga lebih banyak terjadi pada anak-anak dan bayi karena kelenjar keringat pada tubuh masih belum terbentuk dengan sempurna. Meskipun demikian, banyak pula orang dewasa yang menderita kondisi ini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda dan gejala biang keringat

Gejala-gejala umum dari biang keringat adalah:

  • benjolan-benjolan dan lenting yang merah dan kecil pada kulit,
  • pembengkakan ringan,
  • gatal-gatal, serta
  • sensasi perih atau tertusuk-tusuk secara intens.

Gejala ini biasanya muncul pada leher, bahu, dada, area sekitar lipatan tubuh, serta pangkal paha. Intensitasnya akan lebih parah pada bagian tubuh yang sering tertutup.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, hubungilah dokter Anda untuk melakukan konsultasi.

Kapan harus periksa ke dokter karena biang keringat?

Biang keringat biasanya menghilang dalam beberapa hari, namun dapat mempengaruhi regulasi panas pada tubuh. Anda harus menghubungi dokter apabila Anda mengalami:

  • area yang terpengaruh terasa sangat sakit atau bengkak,
  • lenting mengandung terlalu banyak nanah,
  • pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak, leher atau pangkal paha, serta
  • demam atau menggigil.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab dan faktor risiko biang keringat

Penyebab biang keringat terjadi saat saluran keringat Anda mengalami penyumbatan. Alih-alih keluar dan menguap, keringat ini malah terjebak di bawah kulit, sehingga menyebabkan peradangan dan ruam.

Umumnya, kondisi ini muncul pada saat penderitanya berada di daerah dengan cuaca yang cenderung panas, meskipun ada kemungkinan untuk mengalaminya dalam situasi apa pun.

Beberapa orang yang terbiasa dengan iklim dingin mungkin akan mengalami kondisi ini ketika berkunjung ke daerah beriklim tropis.

Pada orang dewasa, produksi keringat yang terlalu banyak dapat membuat pori-pori dan kelenjar keringat bekerja berlebih dan tersumbat. Keringat yang tersumbat inilah yang membuat iritasi kulit dan biang keringat.

Pada anak-anak, kelenjar keringat mereka masih belum terbentuk dengan sempurna dan mudah pecah, menyebabkan keringat terperangkap di bawah kulit.

Faktor risiko terkena kondisi ini

Biang keringat adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Di bawah ini adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya kondisi ini.

  • Usia: bayi dan balita lebih berisiko terkena biang keringat, sebab kelenjar keringat belum berfungsi dengan sempurna.
  • Tinggal di daerah beriklim tropis: orang-orang yang tinggal di negara beriklim tropis lebih rentan terkena biang keringat karena cuacanya yang sering panas dan lembab.
  • Keturunan keluarga: memiliki anggota keluarga atau orang tua yang mengalami masalah dengan produksi keringat pada tubuh meningkatkan risiko Anda untuk juga mengalami hal yang sama.
  • Sistem imunitas tubuh rendah: faktor ini juga mencakup orang-orang dengan penyakit yang melemahkan sistem imun seperti diabetes.
  • Melakukan aktivitas fisik yang berat dengan pakaian yang tidak sesuai: aktivitas fisik yang dilakukan dengan menggunakan pakaian yang terlalu ketat akan menaikkan suhu tubuh Anda dan memicu munculnya kondisi ini.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu: dalam beberapa kasus, obat pemicu keringat seperti bethanechol dapat memicu biang keringat. Obat doxorubicin, erythropoietin, dan isotretinoin juga masih berkaitan dengan kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami kondisi ini. Meski demikian, Anda tetap harus berhati-hati saat hendak beraktivitas di tempat yang panas atau lembab.